Pengertian Sensor Beserta Jenis-jenis yang Sering di Pakai dalam Pembuatan Robot

Sensor-Merupakan alat yang bisa kita pakai untuk mendeteksi, dan sering digunakan sebagai alat untk mengukur magnitude. Bahkan sensor juga dimaknai sebagai variabel keluaran dari sensor yang diubah menjadi suatu besaran listrik yang disebut sebagai dengan Transduder.

Untuk transduser (sensor) yang dipakai untuk mengubah variasi mekanis, magnetis, panas, sinar serta kimia menjadi tegangan, arus listrik. Sensor pada umumnya dikategorikan melalui penguka dan memegang peranan penting lho, dalam pengendalian proses sebuah pabrikasi modern.

Bisa jadi sensor memberikan ekivalen mata, pendengaran, hidung lidah dan menjadi otak mikroprosesor dari sebuah sistem otomatisasi industri. Untuk saat ini, sensor sudah dibuat dengan ukuran yang begitu kecil dengan orde manometer. Bahkan juga sering dipakai dalam pembuatan cara membuat robot sederhana.

Dan ukuran ini bisa memudahkan pemakaian dan menghemat energi. Untuk ilmu tentang sensor biologi menjadi 4 jenis, yakni:

  • Pertama, sensor pengukuran molekul dan biomolekul: toxin, nutrient, pheromone.
  • Kedua, sensor pengukuran tingkatan pencarian glukosa atau oxigen serta osmoltas.
  • Terakhir, sensor pengukuran pada protein dan hormon. Untuk jenisnya sensornya sendiri dibagi menjadi 8.

Pengertian sensor proximity

Sensor proximity-Merupakan sensor atau saklar, dapat mendeteksi adanya target jenis logam tanpa adanya berkontakan fisik. Dan umumnya sensor ini terdiri dari alat elektronis yang bernama solid-state yang terbungkus rapat, guna melindungi dari sebuah getaran, cairan, atau kimiawi dan korosif yang berlebihan.

Untuk sensor proximity sendiri bisa kita aplikasikan pada kondisi penginderaan suatu objek yang dianggap terlalu kecil atau lunak untuk  menggerakkasn pada mekanis saklar.

Atau kamu dapat membandingkan dengan pengertian dibawah ini:

Sensor Proximity -Pengertian Sensor-

jogjarobotika.com

Perangkat yang mendeteksi keberadaan, kedekatan suatu obyek baik dengan wujud logam atau non logam. Dan proximity sendiri hanya mendeteksi keberadan, dan juga tidak memberi kuantitas dari suatu obyek.

Artinya, sensor ini mendeteksi logam maka keluaran dari detektor hanya ada atau tidaknya suatu logam. Tidak sekali memberikan informasi tentang kuantitas logam, contohnya jenis logam, ketebalan, jarak, dan terakhir suhu, dan sebagainya.

Kesimpulannya, ada atau tidak adanya suatu logam. Juga sama untuk non logam. Dan untuk logam sendiri proximity-nya umumnya memakai dengan inductive proximity, sedangkan non logam memakai dengan capacitive proximity. 

Di atas tadi telah dikatakan perangkat, sebab sensor proximity adalah sirkuit yang terdiri dari beberapa komponen, dirangkai dan dijadikan sebuah sistem yang bekerja untuk proximity sensor. Coba kita bandingkan dengan sensor cahaya, contohnya LDR atau sebuah komponen tidak menjadi rangkaian elektronik.

Pengertian, Sensor -Suhu-

Sensor Suhu -Pengertian Sensor-

duwiarsana.com

Untuk sensor jenis ini dibagi menjadi 4 jenis utama, dan yang umun dipakai.

  1. Thermocouple (T/C)
  2. Resistance Temperature Detector (RTD)
  3. Termistor
  4. Terakhir, IC sensor

Pada urutan yang pertama Thermocouple pada intinya sepasang transduser panas serta dingin, disambungkan dan dileburkan secara bersamaan. Di mana juga terdpat perbedaan timbul pada sambungan refensi guna untuk sebuah pembanding.

Resistance Temperature Detector, sendiri juga mempunyai prinsip dasar pada tahanan listrik dari sebuah logam yang bervariasi ssebanding dengan suhu. Nah, untuk kesebandingan varuasu ini merupakan sebuah presisi dengan tingkat konsisten atau kestabilan tinggi pendektesian tahannya.

Di dalam sensor suhu, memiliki platina yang merupakan bahan yang sering diapakai. Sebab memiliki tahan suhu, kelinearan, stabilitas serta reproduksibilitas,

Termistor-merupakan sebuah resistor, peka terhadap sebuah panas yang pada umumnya memiliki koefisien suhu negatif, sebab ketika suhu meningkat maka tahan akan menurun atau bahkan sebaliknya. Dan jenis ini sangat akan peka dengan perubahan tahan cuma batas 5% per C.

Sehingga mampu mendeteksi perubahan suhu yang kecil. Sedangkan IC sensor sendiri merupakan sensor suhu dengan rangkaian terpadu, memakai chipsilikon untuk kelemahan pada penginderanya. Memmiliki konfigurasi output tegangan dan arus yang sangat linear. 

Pengertian Sensor -Sinar-

Pengertian Sensor Sinar

indo-ware.com

Rangkaian Sensor Sinar

irwanpanarobost.blogspot.com

irwanpanarobost.blogspot.com

Sensor sinar ini sendiri dipecah menjadi 3 kategori.

  1. Fotovoltaic atau disebut dengan sel solar merupakan sebuah sensor sinar, untuk mengubah energi sinar jadi energi listrik. Nah, dengan penyinaran cahaya akan menyebabkan atau terjadi pergerakan elektron dan menghasilkan tegangan tersendiri.
  2. Fotokonduktif atau disebut dengan fotoresistif, untuk memberikan revolusi tahanan (resistansi) sebuah sel-selnya. Semakin cahaya yang diterima, maka akan kecil pulai sebuah nilai dari tahanannya.
  3. Fotolistrik merupakan sensor, namun ini berprinsip kerja dan berdasarkan pantulan. Sebab perubahan posisi atau jarak dari sumber sinar (inframerah atau laser) maupun dati target pemantulannya, terdiri dari pasangan sumber cahaya (penerima).

Pengertian Sensor -Kecepatan atau RPM-

Sensor Kecepatan -Pengertian sensor-

kursuselektronikaku.blogspot.com

Sebuah proses penginderaan yang merupakan kebalikan dari sebuah motor, dan dimana poros atau objek berputar pada suatu generator akan menjadi hasil tegangan yang sebanding dengan kecepatan putaran objek itu sendiri.

Kecepatan putar sendiri sering diukur dengan memakai sensor yang mengindera pulsa magnet atau induksi, akan timbul saat medan magnet itu terjadi.

Pengertian Sensor -Magnet-

Sensor Magnet -Pengertian Sensor-

www.youtube.com

Sensor Magnet sendiri sering juga disebut dengan relai buluh, dan merupakan alat yang dapat berpengaruh media medan magnet dan akan memberikan perubahan kondisi pada keluaran. Layaknya sebuah saklar pada kedua kondisi (on atau off) yang digerakkan, medan magnet di sekitarnya.

Pada umumnya sensor magnet seperti ini dikemas dalam bentuk kemasan yang hampa dan bebas dari debu, kelembapan, asapa maupun uap.

Pengertian -Sensor Penyandi-

seribulampu.com/

Sensor ini biasa disebut dengan sebagai encoder, yang dipakai untuk mengubah gerakan linear atau sebuah putaran menjadi sinyal digital, dan sensor putaran ini memonitori semua gerakan dari suatu alat.

Pada umumnya terdiri dari 2 lapisan jenis penyandi, apa saja? Yakni:

  • Penyandi rotari tambahan: Mentransmisikan jumlah tertentu dari pulsa untuk masing-masing dari sebuah putaran tersebut. Juga akan membangkitkan gelombang kotak pada objek yang akan diputar.
  • Penyandi Absolut: Melengkapi kode binary terpilih untuk masing-masing posisi sudut. Bahkan juga memiliki cara kerja yang sama, namun perkecualian lebih banyak atau lebih rapat pulsa pada sebuah gelombang kotak yang akan dihasilkan, dan tentu membentuk suatu pengkodean dalam susunan tertentu.

Pengertian Sensor -Tekanan-

commons.wikimedia.org/

Sensor ini telah memiliki transduser yang akan mengukur pada ketegangan sebuah kawat, di mana mengubah tegangan dijadikan sinyal listrik. Untuk darar penginderaannya, perubahan tahanan pengantar atau yang disebut transduser berubah, akibat perubahan panjang dan luas penampangnya.

Pengertian Sensor -Ultrasonik-

efxa.org

 

Sensor ini akan bekerja, namun berdasarkan prinsip pantulan dan gelombang suara, di mana sensor ultrasonik menghasilkan sebuah gelombang suara, setelah itu menangkapnya kembali dalam perbedaan waktu untuk dasar penginderaanya.

Perbedaan waktu ini antara gelombang suara dipancarkan dengan tertangkapnya kembali gelombang suara, akan berbanding lurus dengan jarak atau tinggi suatu objek yang memantulkannya. Dan jenis objek yang diindera sensor ultrasonik ini, yakni:

  • Padat
  • Cair
  • Butiran ataupun Tekstil

Pengertian Transduser

Transduser berasal dari kata “traducere” dalam bahasa Latin yang berarti mengubah. Sehingga transduser dapat didefinisikan
sebagai suatu peranti yang dapat mengubah suatu energi ke
bentuk energi yang lain.

Dari sisi pola aktivasinya, transduser dapat dibagi menjadi dua,
yaitu:

1). Transduser pasif, yaitu transduser yang dapat bekerja bila mendapat energi tambahan dari luar.
Contohnya adalah thermistor. Untuk mengubah energi panas menjadi energi listrik yaitu tegangan listrik, maka thermistor harus dialiri arus listrik. Ketika hambatan thermistor berubah karena pengaruh panas, maka tegangan listrik dari thermistor juga berubah.

2). Transduser aktif, yaitu transduser yang bekerja tanpa tambahan energi dari luar, tetapi menggunakan energi yang akan diubah itu sendiri.
Contohnya adalah termokopel. Ketika menerima panas, termokopel langsung menghasilkan tegangan listrik tanpa membutuhkan energi dari luar.

Pemilihan suatu transduser sangat tergantung kepada kebutuhan
pemakai dan lingkungan di sekitar pemakaian. Untuk itu dalam
memilih transduser perlu diperhatikan beberapa hal di bawah ini:

1. Kekuatan, maksudnya ketahanan atau proteksi pada beban
lebih.

2. Linieritas, yaitu kemampuan untuk menghasilkan karakteristik
masukan-keluaran yang linier.

3. Stabilitas tinggi, yaitu kesalahan pengukuran yang kecil dan
tidak begitu banyak terpengaruh oleh faktor-faktor
lingkungan.

4. Tanggapan dinamik yang baik, yaitu keluaran segera
mengikuti masukan dengan bentuk dan besar yang sama.

5. Repeatability, yaitu kemampuan untuk menghasilkan kembali
keluaran yang sama ketika digunakan untuk mengukur
besaran yang sama, dalam kondisi lingkungan yang sama.

6. Harga. Meskipun faktor ini tidak terkait dengan karakteristik
transduser sebelumnya, tetapi dalam penerapan secara nyata
seringkali menjadi kendala serius, sehingga perlu juga
dipertimbangkan.

KESIMPULAN

Sensor adalah alat untuk mendeteksi suatu perubahan yang terjadi, misalnya: perubahan suhu, perubahan temperatur, perubahan tekanan, atau perubahan
gaya menjadi sinyal-sinyal listrik yang kemudian diproses agar bisa terbaca dan dirasakan hasil/pengaruhnya oleh manusia.
Jenis – jenis sensor diantaranya :
> Sensor cahaya
> Sensor suhu
> Sensor gaya
> Sensor tekanan

Tranduser adalah alat yang dapat mengubah energi dari satu bentuk ke bentuk yang lain. Dari sisi pola aktivasinya, transduser dapat dibagi menjadi dua, Transduser pasif dan Transduser aktif.

 

 

 

loading...

Tinggalkan Balasan