Di Usia 20-an, Ini Dia Rahasia Sukses yang Dilakukan Para Pemimpin Dunia dari Jokowi Hingga Obama

Menjadi sorang pemimpin bukanlah suatu pekerjaan yang mudah. Apalagi dalam level negara dan dunia. Jutaan manusia menggantungkan hidup pada bijak atau tidaknya sebuah keputusan. Maka dari itu, tidak sembarang orang dapat menjadi pemimpin.

Para pemimpin dunia mempunyai jiwa kemimpinan dimulai dari sejak muda. Mereka menghabiskan waktu untuk menyerap ilmu dan belajar dari kesalahan sejak usai mereka masih belia (kecil). Semua itu membantu mereka matang-matang sampai menjadi hebat seperti sekarang.

Nah, jadi bagaimana sih para pemimpin dunia menghabiskan masa muda mereka?

Obama Sibuk Memperdalam Agama, Menambah Jaringan Lewat Kegiatan Sosial dan Mengumpulkan Uang Untuk Menjelajahi Afrika

Pemimpin dunia Obama di usia 20-an

http://www.thetimes.co.uk/

Pada usia yang ke-22. Obama berhasil lulus dari jurusan “Ilmu Politik Universita Colombia” di New York dan pindah ke Chicago. Untuk Kota barunya, Obama menyalurkan rasa kepeduliaanya akan kesejahteraan sosial dengan membangun kembali ekonomi masyarakat daerah South Sida, Chicago, yang sedang menderita karena ditutupinya pabrik tempat mereke bekerja.

Selepas mengabdikan dirinya di Chicago, Obama berniat untuk melanjutkan studinya di “Harvard Law School”. Namun, sebelum studinya dimulai, Obama menghabiskan waktunya untuk bergabung dengan “Trinity United Church of Christ” dan memperdalam agama Kristen. Ia juga berpelisir mengnjungi teman dan kerabatnya di Kenya, yang jarang sekali ditemui Obama.

Menenangkan diri, sebelum melanjutkan studinya nampaknya merupakan cara jitu bagi Obama. Buktinya adalah ia terpilih sebagai editor keturunan Afrika-Amerika pertama di jurnal “Harvard Law Review”, tepatnya pada usia ke-29 tahun.

Sedangkan Presiden Rusia Wladimir Putin, Memantapkan Rencananya untuk Menjadi Agen Mata-mata

Pemimpin Dunia Wladimir Putin Kindheit di Usia 20-an

www.spiegel.de

Kecerdasan seorang Wladimir tak bisa disembunyikan. Seorang guru yang menyadari kecerdasan itu kemudian memicu Wladimir untuk lebih berprestasi. Pada jelang akhir masa sekolahnya, Wladimir berhasil bergabung dengan organisasi anak muda yang berpengaruh di “Uni Soviet” Young Pioneer. Bahkan menjadi salah satu kandidat pemimpin organisasi tersebut.

Wladimir merupakan seorang yang bekerja keras ketika sudah berencana. Keinginanya adalah untuk menjadi petugas “intelijensi negara” dan ia benar-benar meniti karirnya secara bagus. Mulai dari sekolah hukum di -Leningrad State Universitiy KGB School-, sampai akhirnya mendapatkan pekerjaan sebagai petugas di divisi konter-intelejensi. Ketika Wladimir Putin sudah menginginkan sesuatu, ia harus mendapatkan.

Perdana Menteri Inggris David Cameron Berhasil Mendapatkan Apa yang Ia Inginkan Sejak Jadi Mahasiswa

Pemimpin Dunia David Cameron di usia 20-an Perdana Menteri Inggris

m.dagospia.com

 

Perdana Menteri Inggris ini kayaknya memang terlahir dengan otak cemerlang. David Cameron berhasil lulus dari “Brasenose College, Oxford” dengan gelar kehormatan kelas satu -summa cum laude-. Ia pun langsung memulai karir di dunia politik sebagai karyawan riset di Partai Konservatif Inggris.

5 tahun lamanya menjadi karyawan riset, Cameron dinilai sebagai pekerja yang sangat berprestasi dibidangnya. Buktinya, ketika baru usia 25 tahun, Cameron dipercaya bekerja langsung bawah PM (perdana menteri) Inggris saat itu, -John Major-. Setahun kemudian ia dipromosikan menjadi penasihat khusus bagi Menteri Keuangan, -Norman Lamont-.

Cameron membuktikan bahwa kalau memang kamu sudah menemukan rencanamu kedepan, fokuslah pada hal tersebut. Lakukan dengan total dan janganlah setengah-setengan dalam mengerjakannya. Meskipun akan banyak rintangan yang menghadang, pasti semuanya akan terbalas dengan hasil yang telah kamu capai.

Presiden Iran “Hassan Rouhani” Sudah Tahu Apa Cita-citanta. Untuk Itu, Rela Keluar Masuk Penjara

Pemimpin Dunia Hassan Rouhani di Usia 20-an

www.shiz.sk

Dimasa usia ke-21 tahun, Hassan Rouhani menempuh pendidikan hukum yudisial di -Universitu of Tehran- selama 3 tahun. Kemudian ia melanjutkan studi masternya di -Glagsow Caledonian University- di Skotlandia. Uniknya lagi, Hassan membiayai kuliahnya sendiri. Menurut ia membiayai kuliah sendiri akan menjadikannya lebih mandiri dan bertanggung jawab.

Sayangnya, Hassan harus menhabiskan masa mudanya di dalam penjara karena membantu “Ayatollah Khomeini”, pengobar revolusi Iran. Tidak masalah baginya untuk keluar-masuk penjara demi kepentingan negara dan rakyatnya tersebut. Pada tahun 1979, usaha Hassan mencapai hasil. Revolusia membawa Iran berganti “wajah” dari Monarki Shah Irak menjadi Republik Islam Iran. Mohammad Reza Pahlevi, pemimpin terdahulu Iran, digulingkan langsung.

Sementara Itu Presiden Kita Jokowi, Telah Memutuskan Kelura dari Status Sebagai Pegawai “BUMN” dan Merintis Usaha Sendiri

Pemimpin Indonesia Jokowi di usia 20-an

www.beritanetizen.com

Presiden Indonesia terpilih ini memanfaat masa mudanya untuk merintis usaha pada bidangnya yakni usaha kayu. Rasa tertarik kepada sepotong kayu sudah dimiliki Jokowi sejak masih kecil. Ayah beliau adalah seorang tukang kayu dan ia sering membantu sang ayah bekerja setiap hari. Beruntunglah, kecerdasan dan minat Jokowi dapat berjalan dengan selaras tidak ada masalah. Jokowi berhasil diterima di “Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada” dan lulus pada tahun 1985, tepat usianya yang ke-24.

Tidak betah bekerja di BUMN, Jokowi akhirnya mengundurkan diri dan memberanikan diri untuk merintis usahanya di bidang kayu dengan nama CV Rakabu, 3 tahun kemudian. Dalam 1 tahun, usahanya sudah cukup sangat berjaya. Meskipun, beberapa kalu Jokowi juga sempat merugi karena ditipu oleh pemesan. Namun, bukan Jokowi namanya kalau menyerah. Dengan sedikit modal yang diberikan oleh sang ibu, Presiden Jokowi merintis kembali usahanya yang sempat merugi itu dari nol pada tahun 1990.

Tri “Ibu Rismahani” Tidak Menyesal Telah Salah Ngambil Jurusan Kuliah. Justru, Ia Mencari Cara Supaya Ilmu yang Sudah Didapat Bisa Menjadi Berguna

Pemimpin Indonesia tri rismani ibu risma usia 20-an

www.beritanetizen.com

Cita-cita Ibu Risma sebenarnya adalah ingin menjadi seorang dokter. Namun beribu sayang beliau harus mengalah dengan sang bapak, yang menginginkannya masuk kejurusan Arsitektur. Yah, kalau sudah mengambil jurusan, mau gimana lagi? Kemudian Risma memaksimalkan kesempatan baru yang diraihnya ini.

Pada akhirnya semasa menjadi mahasiswa “Arsitektur” Risma sering diminta untuk membantu proyek-proyek Pemerintah Kota Surabaya. Hasil yang ia dapatkan cukup menambah uang saku sehar-hari. Melalui sebuah pengalaman ini, Risma telah mengenal dengan baik seluk-beluk kota Surabaya tersebut. Itu merupakan bekal ketika menjabat walikota seperti saat ini. Sudah liat ‘kan kamu betapa hijaunya Surabaya yang sekarang?

Terbukti bahwa masa muda mereka begitu gemilang? Mumpung masih muda, manfaatkan dengan baik waktumu untuk meraih banyak pencapaian (target). Kalau mereka bisa, mengapa kamu tidak, iya kan? Ayo, para pemuda Indonesia bangkit dan jangan mau kalah!

loading...

Tinggalkan Balasan