Biografi: Muhammad Al-Fatih Sang Penakluk Konstantinopel

Apakah kamu tahu tentang sejarah penaklukan Konstantinopel? Konstantinopel atau bisa kita kenal dengan “Instanbul”. Ternyata kota tersebut adalah salah satu bandar tinta emas yang termasyhur di dunia dalam sejarah Islam. Tentunya! Bandar ini ternyata didirikan oleh Maharaja Bizantium pada tahun 330 M pada masa Kesultanan Ustmaniyah. Kedudukannya yang strategis menjadi tempat istimewa ketika umat Islam mulai berkembang di masa Kekaisaran Bizantium. Saat ini kita membahas Muhammad Al-Fatih sang penakluk Kota Konstantinopel, yUk mari simak kisah perjuangan Muhammad Al-Fatih menaklukan Kota Konstantinopel. Silahkan membaca 🙂 !

1. Muhammad Al-Fatih Lahir Setelah Kepemimpinan Sulthan Murad II

Muhammad Al-fatih, pemimpin yang jujur, tegas dan bersahaja. Membuat Konstantinopel segan dengan sifat yang dimiliki oleh Muhammad AL-Fatih

kbpr-smpn-208.blogspot.com

Muhammad Al-Fatih atau dikenal sebagai Sultan Mehmed II, beliau lahir 27 Rajab (30 Maret 1432). Sulthan Mehmed II ini merupakan putera dari Sulthan Murad II dan Huma Hatun. Saat masih berumur 21 beliau ternyata menguasai 7 bahasa, serta menguasai ilmu dalam bidang Matematika, Falak, Sejarah, Ilmu peperangan dan ilmu agama Islam. Beliau merupakan anak didik Syekh Syamsyudin yang masih keturunan Khalifah Abu Bakar As-Sidiq yang membuat ia dikenal sebagai pemimpin yang hebat, cerdas dalam mengatur taktik strategi perang, pilih tanding dan tawadhu’. Membuat banyak kawan dan lawan pun menjadi kagum karena kepemimpinannya dalam sebuah perang.

Dari sejak kecil Al-Fatih mencermati usaha Ayahnya menaklukan Konstantinopel, waktu itu masih dikuasai oleh Kekaisaran Romawi Timur/Byzantium. Sehingga Muhammad Al-Fatih mempunyai keinginan yang kuat untuk meneruskan cita-cita umat Islam dalam menaklukan Kota tersebut.

Dalam Sebuah hadist meriwayatkan:
“Kota Konstantinopel akan jatuh di tangan umat Islam. Pemimpin yang menaklukannya adalah sebaik-baik pemimpin dan pasukan berada di bawah komandonya adalah sebaik-baik pasukan.” Dari (H.R Ahmad)

Ketika ayah Sultan Muhammad Al-Fatih wafat (5 Muharram 852/7 Februari 1451 M). Syeikh Aaq Syamsyudin menyatakan keyakinannya bahwa Sulthan Muhammad Al-Fatih yang masih berusia 20 tahun adalah basyirah (kabar gembira) yang dikabarkan oleh Nabi Muhammad Saw. Bahwa Sultan Muhammad Al-Fatih lah yang menaklukan Kota Konstantinopel.

2. Kecerdasan Muhammad Al-Fatih

Muhammad Al fatih, memiliki kecerdasan dalam mengatur strategi perang, ilmu fiqih dan ilmu tauhid. Pemimpin yang jujur. cerdas, tangkas dan amanah sifat itu dimiliki Muhammad Al fatih. Membuat prajurit Islam memerangi Konstantinopel jadi bersemangat

avicennapasha-achi.blogspot.com

Saat Muhammad Al-Fatih naik tahta pada tahun 855 H/1451 M, ia telah mulai berpikir dan bikin strategi untuk melawan kota Konstantinopel. Ternyata dari kecil ia dididik secara intensif oleh para’ulama terulung pada zamannya. Asy-Syeikh Muhammad bin Isma’il Al-Kurani telah menjadi guru Muhammad Amir Muhammad (Muhammad Al-Fatih) sejak zaman ayahnya Sultan Murad II. Sultan Murad II memberikan kuasa kepada Syeikh Al-Kurani untuk memukul jika Amir Muhammad membantah perintah gurunya.

Saat bertemu dengan Amir Muhammad dan menjelaskan tentang hak-haknya yang diberikan oleh Sulthan, Amir Muhammad tertawa mendengar omongan Syeikh Al-Kurani. Ia langsung dipukul oleh Asy Syeikh Al-Kurani karena tertawa tersebut. Peristiwa tersebut berkesan pada diri Amir Muhammad, lantas dia langsung menghafal Al-Quran serta menguasai ilmu agama seperti hadist, fiqih, 7 bahasa (Arab, Turki, Parsi, Latin, Yunani, Serbia, dan Ibrani) dan menguasai Ilmu strategi peperangan dalam waktu singkat.

3. Menjadi Penguasa Utsmani

Muhammad Al-fatih, menjadi khalifah (penguasa) Utsmaniyah.

www.daralakhbar.com

Sultan Muhamad II diangkat jadi khalifah utsmaniyah pada tanggal 5 Muharam 855 H (7 Februari 1451 M). Rencana besar yang langsung beliau, saat menjabat sebagai khlifah adalah menaklukan Konstantinopel.

Langkah pertama Muhammad Al-fatih, melakukan untuk mewujudkan cita-citanya yaitu melkukan kebijakan militer dan politik yang strategis. Ia memperbarui sistem perjanjian dan kesepakatan yang terjalin dengan negara tetangga dan sekutu-sekutu militernya.

Pembuatan ulang perjanjian, bertujuan menghilangkan pengaruh Kerajaan Bizantium Romawi di wilayah-wilayah tetangga. Utsmaniyah baik secara politis maupun militer.

Peradaban yang Dibangun Pada Masanya

Selain terkenal menjadi jendral perang serta berhasil memperluas kekuasaan Utsmani yang melebihi sultan-sultan sebelumnya. Muhammad Al-fatih juga diberi gelar sang penyair. Ia memilikidiwan, kumpulan syair yang beliau buat sendiri.

Beliau juga membangun lebih dari 300 masjid, 57 sekolah dan 59 tempat pemadian (kolam reenang) di berbagai wilayah Utsmani. Peninggalan yang paling terkenal yakni, Masjid Sultan Muhammad II dan Jami’ Abu al-Ashari.

4. Persiapan Penaklukan Konstantinopel

Melakasanakan sholat tahajud berjamaah dengan khusyu', Muhammad Al-fatih melakukannya agar tenang saat berperang.

imagestack.co

Syeikh Ak Samsettin meyakini bahwa Amir Muhammad adalah orang yang dimaksudkan oleh Rasullullah Saw di dalam sebuah hadist yang diriwayatkan di paragraf atas untuk menaklukan Konstantinopel. Ketika naik tahta Sultan Muhammad Al-Fatih langsung menuju tempat Syeikh Ak Samsettin, untuk menyiapkan bala tentara untuk penaklukan Konstantinopel. Peperangan saat itu memakan waktu selama 54 hari dan akhirnya persiapan itu telah dilakukan. Beliau berhasil menghimpun sampai 250 ribu tentara. Para mujahid (prajurit) lantas diberikan latihan intensif dan selalu diingatkan akan pesan Raasullullah SAW, terkait pentingnya kota Konstantinopel bagi kejayaan Islam pada waktu itu.

Setelah lama proses persiapan yang teliti banget, akhirnya pasukan Sulthan Muhammad Al-Fatih tiba di Konstantinopel pada hari Kamis Malam Jumat tannggal 26 Rabiul Awal 857 H atau 6 April 1453 M. Sulthan Muhammad Al-Fatih berkhutbah mengingatkan tentang kelebihan jihad memuliakan niat dan harapan kemenangan di hadapan Allah Swt, agar tetap memiliki semangat tinggi prajurit untuk berjuang dan lantas mereka menyambutnya dengan zikir, pujian serta doa kepada Allah Swt.

5. Strategi yang Dilancarkan Muhammad Al-fatih

Sebelum tragedi perang dimulai, Muhammad Al-fatih Melakukan persiapan dengan Dzikir dan Doa

rancupid.blogspot.com

Muhammad Al-Fatih akhirnya pun melancarkan serangan besar-besaran ke benteng Byzantium. Takbir pun berseru “Allahu Akbar, Allahu Akbar!” terus membahana di angkasa Konstantinopel seakan-akan meruntuhkan kota itu. Pada tanggal 27 Mei 1453, Sulthan Muhammad Al-Fatih bersama bala tentaranya berusaha keras untuk membersihkan diri di hadapan Allah Swt. Mereka memperbanyak sholat, dzikir dan doa. Hingga tepat jam 1 pagi hari Selasa 20 Jumadil Awal 857 H atau tanggal 29 Mei 1453 M, serangan awal pun dilancarkan. Para mujahiddin diperintahkan supaya meninggikan takbir kalimat-kalimat tauhid sambil menyerang kota. Akhirnya tentara Ustmaniyah berhasil menembus Konstantinopel melalui pintu Edirne dan mengibarkan bendera Daulah Ustmaniyah di puncak kota.

  • Meluncurkan Serangan Dari Utara

Para rombongan kapal tempur milik, Muhammad Al fatih, meluncurkan serangan lewat jalur utara

4.bp.blogspot.com

Kapal perang ditugaskan untuk menyerang lewat arah utara, guna mnembus Konstantinopel melalui selat tanduk (The golden Horn). Klik lebih detailnya “Tanduk Horn”

Serangan ini membuat para prajurit dari Kerajaan Konstantinopel membuat kewalahan, akhirnya Muhammad Al-fatih dapat menembus perbentengan Kontantinopel, melalui selat tanduk (The Golden Horn).

Mehmed atau Muhammad Al-fatih mendirikan armada guna mengepung kota Konstantinnopel dari laut yang sebagian dari tersebut diwakili oleh pelaut dari Yunani dan Galipoli. Pendapat atau perkiraan kontemporer, kekuatan armada urki Ustmani, terentang 100 kapal Tedaldi, Barbaro, 150 Ubertino Posculo, 200-250 Isidore dari Kiev dan Leonardo di Chio sampai 430 Sphrantzes.

Pada perkiraan modern lebih ralistis lagi, memprediksikan kekuatan Armada kapal adalah 126, yang terdiri 6 kapal persiar, kapal biasa 10, 15 untuk kapal kecil, 75 perahu dayung yang besar serta 20 kuda pengangkut.

  •  Melancurkan Serangan Dari Barat

Meluncurkannya kapal laut tempur dan akhirnya ada yang kandas 1, perjuangan Muhammad Al-fatih sungguh luar biasa

4.bp.blogspot.com

Pada serangan yang berarah ke Selatan benteng Konstantinopel, 400 kapal milik Muhammad Al-fatih bisa direpotkan hanya dengan 27 kapal Konstantinopel.

Namun beliau dan pasukannya tak pernah jenuh dalam melawan kekuatan Konstantinopel, membuat 27 kapal tempur milik kerajaan Konstantitopel hancur. Akhirnya jalur dari Selat tanduk emas milik Kontantinopel dapat ditembus. Muhammad dan pasukannya melanjutkan kembali serangannya, melalui serangan dari barat.

  •  Meluncurkan Serangan Dari Barat

Pada akhirnya Kerajaan Konstantinopel hancur berantakan, itulah masa-masa kejayaan islam, yang dipimpin oleh Muhammad Al Fatih

40.media.tumblr.com

Muhammad Al-fatih beliau menugaskan sebagian dari prajurit mereka untuk menyerah melalui jalur darat, serangan dari sebelah barat. Serangan itu dimulai pada tanggal 26 Mei, pada malam hari yang berlanjutan pada keesokan hari.

Kurang lebih selama 36 jam perang dimulai dan pada tanggal 28 Mei, pasukan dari Muhammad Al-fatih diberi kesempatan untuk berdoa serta memperbanyak dzikir guna untuk meminta perlindungan kepada Allah Swt.

Tidak lama setelah tengah malam pada tanggal 29 Mei serangan diluncurkan mati-matian dimulai. Pasukan dari Anatolia berhasil menembus pertahanan dari Konstantinopel, namun ternyata serangan tersebut dapat dihalau keluar oleh pasukan bertahanan benteng Konstantinopel.

Dengan kemunduran pasukan Genoa, yang memimpin Giustiniani ke dalam kota dan menuju pelabuhan, Konstantinus dan pasukan, mereka tinggal berjuang sendiri, terus berjuang dan menahan genjaran pasukan yunisari milik Muhammad Al-fatih, namun hanya untuk sementara saja. Akan tetapi akhirnya mereka tak mampu juga menghentikan Yunisari memasuki kota Kontantinopel.

6. “Muhammad Al-fatih” Konstantinopel diubah Menjadi Istanbul

Muhammad Al-fatih membangun Konstantinopel kembali.

turkey.ijoy-travel.com

Konstantinopel telah jatuh, akhirnya penduduk Kota berbondong-bondong berkumpul di Hagia Shopia/ Aya Sofia. Sultan Muhammad II (Al-fatih), memberikan peelindungan kepada semua penduduk.

Siapapun dilindungi, baik it Yahudi maupun Kristen. Karena mereka (massyarkat) termasuk non muslim dzimmy (kafir yang harus dilindungi, sebab membayar jizyah atau pajak), muahad (yang terikat perjanjian) dan musta’man (yang dilindungi yaitu, pedagang antar negara) bukan non msulim harbi (kafir yang harus diperangi).

Konstantinopel pun diubah namanya menjadi Istanbul (Islam keseluruhannya). Hagia Sophia pun akhirnya dijadikan masjid dan gereja lain tetap sebagaimana fungsinya, bagi yang penganutnya.

Toleransi tetaplah ditegakkan, siapapun boleh tinggal dan mencari nafkah di kota tersebut. Muhammad Al-fatih kemudian membangun kota kembali, dibangunkannya sekolah gratis, siapapun boleh belajar, tak ada namanya perbedaan terhadap agama. Beliau juga membangun pasar, perumahan, rumah sakit. Bahkan rumah diberikan gratis bagi pendatang di kota itu dan mencari nafkah.

Sampai akhirnya kota tersebut diubah namanya dan pencarian makam Abu Ayyub dilakukan hingga ditemukan dan dilestarikan. Kini Hagia Sophia sudah menjadi museum kuno.

7. Penaklukan Asia “Biografi Muhammad Al-fatih”

Penaklukan Anatolia, rancangan Muhammad AL-FATIH

upload.wikimedia.org

Sesudah penaklukan Konstantinopel, Muhammad Al-fatih mengalihkan perhatian ke Kota Anatolia. Beliau berusaha untuk membuat kekuatan politik di Anatolia dengan menaklukan Negara Turki yang bernama Beyliks dan Kekaisaran Trebizond (berbudaya Yunani).

Bahakan, Muhammad Al-fatih sudah beraliansi dengan Kerajaan Krimea. Sebelumnya Anatolia telah disatukan oleh Beyazid 50 tahun sebelum dilakukan oleh Muhammad Al-fatih (Mehmed II). Namun, pada pertempuran Ankara, Anatolia kembali terpecah belah, tak bersatu. Penaklukan Kota Anotolia atas Kesultanan Utsmaniyah membuat kesultanan ini menjadi Eropa menjadi tertekan.

8. Wafatnya Sang Penakhluk

Wafatnya Muhammad Al-fatih, pada tanggal 3 Mei 1481. Meninggalkan wafiat ke penerusnya!

c2.staticflickr.com

Bulan Rabiul Awal tahun 886 H/1481 M, Sultan Muhammad Al-Fatih pergi dari Istanbul untuk berjihad, kenyataannya beliau sedang dalam tidak sehat. Di tengah perjalanan, penyakit beliau kian parah dan berat dirasakan. Tabib punn didatangkan untuk mengobati, namun dokter dan obat tak bisa bermanfaat bagi sang Sultan, akhirnya beliau pun wafat ditengah pasukannya pada waktu iitu hari Kamis, tanggal 4 Rabiul Awal 886 H/3 Mei 1481 M.

Ketika itu Sultan Muhammad Al-fatih berusia 52 tahun dan memerintah selama 31 tahun. Banyak yang mengatakan wafatnya Sultan, dikarenakan diracuni oleh dokter pribadinya Ya’qub Basya, Allahua a’lam.

Akan tetapi, tidak ada keterangan yang bisa dijadikan sandaran buat kita, Sultan Muhammad II hendak membawa pasukannya. Ada yang mengatakan beliau hendak menuju Itali, untuk menaklukkan Roma.

Sebelum wafatnya beliau, Muhammad Al-fatih memberi wasiat kepada putranya dan penerusnya, Sultan Beyazid II bertujuan untuk dekat dengan para ulama besar, berbuat adil, tidak tertipu dengan harta duniawi dan benar-benar menjaga agama baik untuk pribadi, masyarakat ataupun kerajaan.

9. Kutipan yang Dapat Diambil “Biografi Muhammad Al-fatih”

  •  Konstantinopel ditaklukkan oleh tentara Islam. Rajanya adalah sebaik-baik raja dan tentaranya adalah sebaik-baik tentara” (Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam)
  • Abdullah bin Amru bin Al-Ash berkata, “bahwa ketika kami duduk di sekeliling Rasulullah SAW untuk menulis, tiba-tiba beliau ditanya tentang kota manakah yang akan futuh (jaya) terlebih dahulu, Konstantinopel atau Roma. Rasulullah SAW menjawab, “Kota Heraklius terlebih dahulu (Konstantinopel)” (Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam)
  • Aku mendengar baginda Rasulullah SAW mengatakan seorang lelaki soleh akan dikuburkan di bawah tembok tersebut dan aku juga ingin mendengar derapan tapak kaki kuda yang membawa sebaik-baik raja yang mana dia akan memimpin sebaik-baik tentara seperti yang telah diisyaratkan oleh baginda” (Abu Ayyub al-Anshari ra. kepada panglima Bani Umayyah)

Muhammad Al faatih Sang Penakhluk Konstantinopel”

 

loading...

One Response

  1. Umaaar 25 Desember 2016

Tinggalkan Balasan